RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 09 Januari 2013

KAPSUL

Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.
Macam-macam kapsul :
a.       Kapsul cangkang keras  (capsulae durae, hard capsul)
b.      Kapsul cangkang lunak  (capsulae molles, soft capsul)
1.      Keuntungan & kerugian bentuk kapsul
a.       Keuntungan :
·         bentuknya menarik dan praktis (elegan)
·         pemakaiannya mudah
·         dapat menutupi rasa dan bau
·         dapat diproduksi  massal secara ekonomi
·         availabilitasnya cepat
·         mudah dibawa-bawa
b.      Kekurangan bentuk sediaan kapsul.
            Biasanya tidak digunakan untuk  :
·         Bahan-bahan yang sangat mudah larut (KCl, KBr, NH4Cl)
·         Bahan-bahan yang sangat eflorescent (melepas air), cangkang melunak.
·         Bahan-bahan yang deliquescent (menarik air)
·         cangkang menjadi rapuh
2.      Ukuran kapsul
Ukuran   
Volume (ml)
000
1,37
00
0,95
0
0,68
1
0,50
2
0,37
3
0,30
4
0,21
5
0,13
        
                              
                     
                     
                                  
                                  


                      
                      
3.      Cara pengisian kapsul
·         Ada tiga cara pengisian kapsul, yaitu dengan
a.       Tangan
b.      Alat bukan mesin
c.       Alat mesin
4.      Tehnik pengisian kapsul
Kapsul yang disiapkan dengan tepat harus terisi sempurna, tanpa ada udara yang tertahan di dalam cangkang kapsul.
   Cara mengatasi :
·         Memilih kapsul dengan ukuran yang sesuai
·         Menambahlan sejumlah pengencer yang dibutuhkan.
5.      Beberapa persoalan yang sering dihadapi dalam pembuatan sediaan kapsul
a.       Serbuk yg voluminous atau berbentuk kristal harus digerus terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dlm kapsul. Mis : garam kina, Na-salisilat, amidozon.
b.      Serbuk yg mudah mencair (co: KI dan NaI) akan merusak dinding kapsul sehingga dinding kapsul mudah rapuh ( bahan bersifat higroskopis à menarik air cangkang kapsul) .Cara mengatasi : tambahkan bahan inert, mis laktosa / amilum.
c.       Campuran bahan bersifat eutektik (mis : campuran asetosal & antipirin,kamfora & salol)
·         kapsul menjadi lembek bahkan lengket.
·         Cara mengatasi : Tambahkan bahan inert atau dg memasukkan masing-masing bahan dalam kapsul kecil, kmdn kedua bahan itu dimskkam ke dlm kapsul yg lebih besar.
d.      Bahan cairan kental, jika jumlah < keringkan dg bahan inert, baru masukkan kapsul. Jika jumlah >, buat massa pil dulu, baru masuk kapsul.
e.       Minyak lemak = langsung masuk kapsul kmdn ditutup. Jika minyak mudah menguap (mis: kreosot, alkohol) harus diencerkan dg minyak lemak ad kadar < 40%, baru masukkan kapsul
6.      Cara penyimpanan kapsul
Kapsul sebaiknya disimpan di dalam tempat atau ruang yang :
·         Tidak terlalu lembab atau dingin & kering;
·         Terbuat dari botol gelas, tertutup rapat, dan diberi bahan pengering (silika gel);
·         Terbuat dari wadah botol plastik, tertutup rapat, dan juga diberi bahan pengering ( silika gel);
·         Terbuat dari aluminium foil dalam blister atau strip.
7.      Persyaratan kapsul menurut F I ed. IV
a.       Keseragaman bobot
·         Untuk kelompok kapsul yg berisi bahan padat.
Jumlah kapsul : 20 biji
Bobot rata-rata isi tiap kapsul
Perbedaan bobot isi kapsul(%)

A
B
≤120 mg                                         
10
20
≥ 120 mg                                           
7,5               
15
                 
                                                                                          
              
                 
    
·         Untuk kelompok kapsul yang berisi bahan cair atau setengah padat/pasta/salep.
Jumlah kapsul : 10 biji, penyimpangan ≤ 7,5 %
b.      Waktu hancur
Memenuhi syarat bila waktu hancur ≤ 15 menit

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

  • Blogger news

    Blogger templates

  • Blogroll

  • About